Rabu, 01 Juni 2011

01 Juli 2011

Pulih Kembali Setelah Melahirkan
Selama 9 bulan, tubuh Anda membesar guna menyediakan ‘rumah pertama’ bagi bayi. Jadi jangan heran kalau butuh waktu lama untuk kembali ke kondisi normal. Namun, Bunda tak perlu cemas! Ikuti tip lengkap untuk mencapai kondisi pasca melahirkan. 

Tak salah bila Anda mendambakan tubuh kembali nyaman, bebas keluhan, sperti sebelum hamil. Sayangnya, meski kehamilan telah usai, keluhan lain muncul setelah melahirkan dan memulihkannya tak semudah menjentikkan jari. Otot perut terasa kendur, punggung nyeri, dan muncul garis strech marks di sana-sini. Semua itu memang datang ”satu paket” dengan pengalaman menakjubkan melahirkan bayi.
  • Mulas. Rahim sedang membersihkan diri untuk mengurangi infeksi dan perdarahan lanjutan.
  • Punggung sakit. Otot-otot tubuh masih lemah dan Anda juga akan merasa tidak nyaman pada daerah bahu dan leher.
  • Demam. Waspadai terjadinya infeksi pasca persalinan, hubungi dokter jika temperatur tubuh lebih dari 39°C.
  • Muncul 4L. Anda akan merasa lesu, lelah, letih dan lemah.
  • Dipersulit Sembelit. Bila Anda mengalami sembelit selagi hamil, kemungkinan besar akan berlanjut setelah melahirkan.
  • Susah buang air kecil karena  pembengkakan di sekitar kandung kemih dan saluran kemih.
Susah Buang Air Kecil Paska Persalinan
Susah buang air kecil paska persalinan disebabkan pembengkakan jaringan di sekitar kandung kemih dan saluran kemih. Kemungkinan Anda mengalaminya meningkat bila kuran janin besar sehingga menyulitkan proses kelahiran, atau Anda sempat menggunakan bius epidural.

Agar lancar buang air kecil:
  • Terapkan relaksasi pada otot-otot Anda dengan cara bernapas pelan-pelan ketika sedang berada di toilet. Bersamaan dengan itu, basuh pula area bawah perut dan kemaluan dengan air hangat.
  • Minum banyak cairan.







  • ’Banjir’ cairan nifas. Selama beberapa hari pertama. Cairan nifas akan keluar deras, lalu berangsur surut hingga lenyap sama sekali.
“Banjir” Cairan Nifas
Selama beberapa hari pertama, darah nifas atau lokia akan keluar deras, lalu berangsur-angsur surut hingga lenyap sama sekali pada minggu ke-4 atau ke-6 setelah persalinan. Warnanya pun akan berubah dari merah terang, merah kecokelatan hingga akhirnya putih kekuningan.

Nyaman saat ‘banjir’ cairan nifas:
  • Gunakan pembalut khusus untuk menampung darah nifas. Jangan kenakan tampon. Pasalnya, tubuh Anda masih berada dalam tahap penyembuhan sehingga vagina rentan infeksi dan harus dijaga kebersihannya.
  • Beritahu dokter bila baru darah yang keluar beda dengan darah menstruasi Anda biasanya. Juga, apabila keluarnya lokia yang menyebabkan rasa panas atau gatal pada vagina.
  • =>>Otot perut kendur. Ketika hamil otot perut dalam kondisi relaks dan meregang
  • =>>Payudara nyeri. Biasanya terjadi karena pemberian ASI tidak lancar.
Payudara Nyeri Setelah Persalinan
Pada hari ketiga setelah persalinan, sejumlah ibu mengeluh payudara mereka terasa penuh dan kencang. Jika proses pemberian ASI tidak lancar atau posisi menyusui keliru, puting payudara juga bisa retak dan terasa nyeri.

Redakan nyeri payudara dengan:
1 Susui bayi secara teratur dalam posisi yang benar dan Anda berdua merasa nyaman. Jika perlu, bicarakan pada konsultan laktasi. Bayi adalah “alat” terbaik untuk meredakan nyeri payudara.
2 Berendam atau mandi air hangat dan membiarkan ASI mengalir secara alami juga bisa membantu meredakan sakit payudara.
3 Perah ASI lalu simpan ketika payudara mulai penuh sementara bayi belum lapar. Berikan ASI perah ketika bayi lapar dan bunda jauh darinya.

=>>Badan montok. Tubuh montok diperlukan sebagai bahan produksi ASI serta cadangan energi.
=>>Hadapi ”kejutan kecil” yakni strech mark, berkeringat, dan vagina kering.
Munculnya strech marks, mudah berkeringat dan vagina kering akan menjadi “kejutan kecil” bagi Anda setelah persalinan. 

Strech marks. Tanda garis serupa kulit jeruk ini muncul akibat terkoyaknya jaringan di dalam kulit yang kurang elastis, selama tubuh Anda membesar. Strech marks menurun secara generatif. Jadi, jika ibu Anda memilikinya besar kemungkinan Anda akan mengalami hal serupa. Seiring waktu, warna strech marks memudar. Mengoleskan krim khusus selagi hamil dan setelah bersalin bisa emmbantu mengurangi munculnya strech marks.

Berkeringat. Tubuh Anda kini tak lagi memerlukan cairan tambahan seperti ketika hamil dulu. Karenanya, tubuh pun melakukan mekanisme pelepasan cairan ekstra dengan berkeringat, terutama ketika Anda menyusui. Menandai pelepasan cairan, dalam waktu beberapa hari wajah Anda akan tampak lebih tirus. Kaki dan tangan pun tak lagi terlihat menggembung. Dan siapa tahu, sepatu Anda yang dulu sesak, kini bisa Anda gunakan lagi.

Vagina kering. Penyebabnya perubahan hormon yangterjadi ketika Anda menyusui. Enam minggu setelah melahirkan adalah rentang waktu yang dianjurkan sebelum Anda dapat melakukan hubungan intin dengan pasangan. Meski begitu, ad apula waktu lebih lama atau lebih cepat hingga dirinya betul-betul siap secara fisik dan emosional. Jika perlu, gunakan cairan pelumas vagina. 



 Senam Kegel, Pulihkan Daerah Vagina
Saat proses persalinan terjadi regangan hebat di otot rahim, otot dasar panggul, otot vagina, otot sekitar anus dan saluran kemih. Senam kegel dapat membantu memulihkan kondisi daerah seputar vagina ini. 

Saat hamil, otot dasar panggul harus cukup kuat untuk menahan rahim tetap pada tempatnya (tidak turun). Sementara pada proses persalinan, juga terjadi regangan hebat otot rahim, otot dasar panggul, otot vagina dan otot sekitar anus dan saluran kemih. 
Untuk memulihkan kondisi otot-otot itulah, ibu yang melahirkan normal maupun Caesar disarankan melakukan senam  Kegel.

Dengan latihan senam kegel , kondisi seputar panggul yang menjadi “longgar” selama kehamilan, diharapkan balik lagi ke kondisi semula. Bahkan, jika latihan ini dilakukan selama kehamilan, bisa membuat otot-otot seputar liang vagina bekerja lebih baik selama proses persalinan, sehingga tidak perlu dilakukan pengguntingan di perineum (antara anus dan vagina).
 


Senam Kegel boleh dilakukan di mana pun: 
  • Posisi tubuh dalam keadaan tegak sempurna, tulang belakang lurus, dada membusung.
  • Lakukan seolah-olah Anda sedang menahan buang air kecil dan buang angin sekaligus. Rapatkan otot liang vagina dan liang dubur sekaligus sampai dinding otot perut juga tertarik “masuk”, dan tahan napas.
  • Tahan  posisi ini sekitar 10 detik. Caranya, hitung angka 1001, 1002, 1003... sampai 1010). Jika belum bisa 10 detik, coba dulu 5 detik dan bertahap makin lama.
  • Setelah mencapai  10 detik, kendurkan kembali semua otot. Relaks, buang napas, dan ambil napas secara teratur. Lakukan sekitar 4 detik dan ulangi lagi “kontraksi” buatan ini sampai sekitar 10 kali.    
  • Lakukan latihan ini dengan sabar hingga sekitar 6 kali sehari. Lebih sering lebih baik. Hasilnya, biasanya baru terasa sekitar 3–6 bulan.   Jika sampai waktu tersebut Anda masih terganggu dengan kondisi otot, sebaiknya segera periksakan ke dokter.

SENAM PERUT PASCA MELAHIRKAN
Latihan-latihan sederhana berikut ini dapat membantu meratakan dan mengencangkan perut setelah melahirkan. Kami anjurkan melakukan senam ini setidaknya 3 kali seminggu di lantai berkarpet atau di atas matras (kasur busa untuk berolahraga).


1a) Berbaring telentang, kedua lutut ditekuk, kaki menapak rata di lantai secara sejajar dan terentang selebar pinggul.


1b) Hembuskan napas pada saat menarik perut kebawah. Tekan lengkung punggung ke lantai, angkat pantat keatas. Tarik napas lalu kembali ke posisi semula.


2a) Berbaring telentang lalu tekuk kedua lutut terbuka kearah dada. Angkat kedua tangan lalu masukkan ke sela lutut.


2b) Kepala ditekuk lalu angkat pundak ke atas. Tahan selama 3 detik. Turunkan dan ulangi. Mula-mula sebanyak 10 kali lalu tingkatkan secara bertahap sampai 20 kali.


3a) Berbaring telentang lalu tekan perut kebawah. Tarik kedua lutut ke arah dada lalu angkat tangan ke samping anda.


3b) Tekuk kepala sampai dagu menyentuh dada, angkat pundak dari lantai, dorong kepala ke depan sampai kening menyentuh lutut. Kembali ke posisi semula dan ulangi. Mulai dengan 10 kali lalu bertahap sampai 20 kali.


4a) Duduk bersila di lantai dengan kedua pergelangan kaki bersilangan. Angkat kedua tangan di atas kepala.


4b) Tarik perut kedalam, pantat tetap menempel di lantai, rebahkan tubuh ke depan menempel ke lantai sambil meraih jauh ke depan. Bernapas secara normal sambil menghitung sampai 20.
Sebelum melakukan senam ini atau olahraga lain, pastikan anda telah berkonsultasi dengan ahli kesehatan terlebih dahulu. Perlu anda informasikan pula gejala-gejala tidak biasa yang anda alami selama berolahraga.

Senin, 14 Maret 2011

JAUHKAN BAYI DARI KEBISINGAN

Jauhkan Bayi Dari Kebisingan
Kebisingan bisa mengancam pendengaran bayi. Dan selama ini masalah gangguan pendengaran pada bayi dan balita akibat kebisingan kurang mendapat perhatian. Padahal, belum lama ini ada laporan bahwa kebisingan menjadi penyebab ke-2 gangguan pendengaran pada bayi dan balita di Amerika Serikat.

Gangguan permanen. Di saat balita Anda asyik melakukan eksplorasi, bukan tidak mungkin tanpa disadari mereka terpapar kebisingan dengan tingkat suara di atas ambang toleransi, yakni 80-85 desibel (dB)/24 jam, atau setara dengan suara alarm jam. Waspadalah, karena bayi dan anak-anak lebih rentan dan lebih mudah mengalami kelelahan koklea (rumah siput) pada telinga mereka. Akibatnya, bisa menimbulkan gangguan pendengaran yang menetap atau permanen.

Keterlambatan dalam perkembangan bicara. Gangguan pendengaran pada bayi dan balita dapat mengakibatkan keterlambatan dalam perkembangan bicara sebagai sarana berkomunikasi dan bersosialisasi, yang pada akhirnya berdampak pada proses belajar anak di kemudian hari. Kondisi ini tentu perlu perhatian khusus, karena data berbicara, anak-anak Indonesia yang mengalami gangguan pendengaran dan ketulian cukup tinggi. Pada anak usia sekolah antara 7-9 tahun ditemukan kasus ketulian sebesar 0,4%, dan setiap tahun diperkirakan sekitar 5.200 bayi lahir tuli. Dengan kondisi ini, Pemerintah diharapkan segera membuat regulasi pembatasan paparan bising di kawasan publik, termasuk arena bermain anak-anak yang terdapat di mal-mal seluruh Indonesia.

TIGA PERMAINAN CERDAS BAYI

Tiga Permainan Cerdas Bayi
Jumlah percabangan saraf (sinaps) di otak bayi akan bertambah atau berkurang 25% tergantung apakah otak diberi stimulasi atau tidak. Itu sebabnya penting untuk menstimulasi otak bayi sejak dini. Anda bisa melakukannya melalui permainan-permainan sederhana yang mencerdaskan berikut:
  1. Ayunan selimut. Bersama pasangan, bentangkan selimut  di atas tempat tidur, lalu tidurkan bayi di atasnya. Ayun perlahan ke kiri – kanan, atas – bawah. Tetap jaga kontak mata dengan bayi. Permainan ini cocok untuk bayi usia 0 – 3 bulan.
  2. Sepeda kaki. Rebahkan telentang bayi dan Anda duduk di bagian ujung kakinya. Pegang kedua telapak kaki bayi dan ayunkan lembut seperti mengayuh sepeda. Permainan ini cocok untuk bayi usia 3 – 6 bulan.
  3. Sembunyi cari. Perlihatkan beberapa mainan pada bayi, lalu sembunyikan di balik selimut. Ajak bayi mencari mainan tadi sambil bersenandung. Permainan ini cocok untuk bayi usia 6 – 9 bulan.

CINTA BAYI LEWAT SENTUHAN

Cintai Bayi Lewat Sentuhan
Sentuhan adalah indera bayi yang pertama kali berkembang pesat. Lewat sentuhan dia merasakan cinta dan perhatian ibu. Bayi yang dibesarkan dengan penuh cinta, otaknya berkembang sehat.

Ketika kulit disentuh, sebuah sinyal dikirim ke otak memerintahkan sel-sel saraf di otak untuk tumbuh dan membuat hubungan antarsel. Riset-riset dalam ilmu saraf menunjukkan sentuhan diperlukan untuk perkembangan manusia. Wujudkan sentuhan Anda dengan cara:
  • Menggendong. Insting ibu untuk menggendong bayi otomatis muncul karena dalam gendongan ibu, bayi merasakan ketenangan, kehangatan, rasa aman dan bergerak bersama ibu seperti dalam kandungan. Telinganya yang berada di bagian kiri tubuh ibu bisa mendengar detak jantung ibu. Kedekatan dalam gendongan meningkatkan interaksi Anda dengan bayi. Menggendong dalam sling atau kain membantu bayi melewati masa syok setelah dilahirkan di dunia yang terang, dingin dan bising ini.    
  • Peluk dan cium. Bayi butuh pelukan dan ciuman karena dua hal ini membantu tumbuhnya jaringan saraf yang saling berhubungan. Ketika dipeluk dan dicium, bayi akan merespon dengan melepaskan hormon opioid, hormon kesenangan yang reaksi kimianya seperti morfin alami di dalam tubuh. Hormon ini menciptakan perasaan senang dan bisa meningkatkan bonding bayi dan ibu.
  • Memijat. Memijat adalah saat Anda dan bayi menjalin keterikatan, relaksasi dan berkomunikasi. Pijatan bisa menenangkan sistem saraf bayi, dan membantunya tidur nyenyak. Lewat pijatan, bayi menerima stimulasi dan interaksi yang membantu memfasilitasi perkembangan otak yang sehat.
Wujud lain cinta
1.  Memberi ASI, si cairan cinta karena ASI memiliki keajaiban:
  • Menumbuhkan rasa cinta pada bayi. Memberikan ASI secara langsung  menstimulasi hormon-hormon laktasi ibu, yakni prolaktin dan oksitosin. Hormon oksitosin ini membuat ibu lebih perhatian, lebih tertarik untuk menyenangkan hati anak, lebih peka terhadap perasaan bayi dan lebih cepat mengenali bahasa nonverbal si kecil, asalkan menyusui bayi secara langsung dilakukan secara konsisten.
  • Memenuhi kebutuhan emosi anak. Saat Anda menyusui tentu Anda memeluk, menyentuh kulit dan melakukan kontak mata dengan bayi Anda. Si kecil pun merasakan cinta ibu.
  • Makanan bagi otak bayi. ASI penting bagi perkembangan otak dan perkembangan bayi, terutama bagian otak yang memroses hal-hal yang berkaitan dengan kekerasan, depresi dan perilaku sosial. Bayi yang mendapatkan ASI lebih mudah memahami ajaran perilaku yang baik.  
2. Tidur bersama. Tidur bersama satu ranjang bersama bayi melanjutkan kedekatan Anda dan si kecil di malam hari terutama bila di siang hari Anda sibuk melakukan kegiatan lain. Tidur bersama bisa memenuhi kebutuhan rasa aman. Bayangkan saat ia terbangun, menangis di malam hari dan ia tahu sendirian, pasti menakutkan! Tahu Anda berbaring di sisinya, seseorang yang dia kenal bau dan parasnya, si kecil pasti tenang dan aman. Perasaan  aman modal penting untuk percaya dan mencintai orang lain.

Saran dari William dan Martha Sears, ahli pengasuhan anak, saat tidur bersama anak:
  • Pilih tempat tidur yang permukaannya rata seperti spring bed. Hindari tempat tidur air atau tidur di sofa karena permukaannya bisa membenamkan bayi hingga mengganggu pernapasannya.
  • Pilih tempat tidur berukuran besar, kalau perlu perluas dengan menempelkan boks bayi yang tingginya sama dengan kasur, letakkan merapat ke tempat tidur.
  • Bayi tidur telentang, mengenakan baju nyaman, tidak ada tali atau perhiasan yang menjuntai karena bisa mencekik lehernya.  
  • Hindarikan tidur bersama bayi di bawah 9 bulan bersama anak yang lebih besar.
  • Jangan tidur bersama bayi bila sedang menjalani pengobatan berefek seperti obat tidur karena bisa membuat Anda kurang waspada.  
  • Sebaiknya tidak tidur bersama bila Anda punya masalah kegemukan. Ibu yang terlalu gemuk punya gangguan pola tidur dan ukuran payudara yang besar berisiko menyebabkan bayi terjepit.

GERAKAN SENAM BERSAMA BAYI

Gerakan Senam Bersama Bayi
Lakukan gerakan-gerakan senam ini bersama bayi Anda. Bayi akan berperan sebagai ‘beban’ yang membuat senam Anda makin efektif. Anda pun punya cara yang menyenangkan untuk menghabiskan waktu bersama bayi.

Squat
Tujuan: menguatkan otot paha bagian belakang, panggul, dan otot paha depan.
Caranya:
  1. Gendong bayi di depan dalam posisi berdiri. Buka kaki selebar bahu.
  2. Perlahan-lahan turunkan tubuh sampai setengah jongkok. Usahakan lutut tidak didorong ke depan. Buang napas pada saat menurunkan badan  Lakukan naik turun dengan perlahan sebanyak 8–10 kali (2 set).

Side Lunges

Tujuan: menguatkan otot paha depan dan belakang serta otot panggul.
Caranya:
  1. Gendong bayi di depan dalam posisi berdiri. Langkahkan kaki kanan ke atas bosu ball (bisa diganti bantal besar).
  2. Turunkan tubuh hingga paha kanan membentuk garis lurus. Usahakan lutut tidak ke depan sewaktu menurunkan badan ke bawah dan badan tetap tegak. Kemudian, putar/ayun badan ke sisi bergantian, tahan 2 detik dan angkat badan. Buang napas sewaktu menurunkan badan.
  3. Lakukan 8-0 kali (setiap sisi).

Lunges
Tujuan: menguatkan otot paha dan core atau batang tubuh.
Caranya:
  1. Gendong bayi di depan, dan berdiri di sebelah kiri bosu ball. Pindahkan kaki kanan ke bosu ball, lalu turunkan tubuh semampu Anda. Usahakan lutut tidak ke depan sewaktu menurunkan badan ke bawah dan badan tetap tegak. Jaga keseimbangan tubuh dan tahan selama 2 detik. Buang napas sewaktu menurunkan badan.
  2. Lakukan 8 -10 kali, dan ganti dengan kaki kiri.

Plank
Tujuan: menguatkan core  atau batang tubuh.
Caranya:
  1. Baringkan bayi di depan bosu ball, dan lakukan posisi push up dengan siku bertumpu pada bosu ball. Tahan posisi ini selama 15-20 detik. Usahakan otot punggung tidak melengkung ke bawah. Tarik dan buang napas dalam.
  2. Lakukan 8–10 kali (2 set).

Hip extension 

Tujuan: menguatkan otot bokong dan core.
Caranya:
  1. Berbaring telentang di atas bosu ball. Baringkan bayi di samping Anda.
  2. Jepit sebuah bola kecil (pilates ball)  di antara kedua lutut Anda untuk lebih menguatkan otot bokong dan paha. Letakkan kedua siku mendatar pada lantai.    
  3. Lakukan naik turun sebanyak 8-10 kali (2 set).

All 4 core

Tujuan: menguatkan 4 dinding otot perut. 
Caranya:
  1. Berbaring dalam posisi telungkup di atas bosu ball yang dibalik. Baringkan bayi di depan Anda.
  2. Angkat tangan kanan lurus ke depan dan kaki kiri lurus ke belakang. Tangan kiri dan kaki kanan bertumpu pada lantai. Buang napas sewaktu mengangkat kaki dan tangan, jaga keseimbangan selama 10-20 detik.
  3. Lakukan 8-10 kali (2 set), dan ganti dengan tangan kiri dan kaki kanan. 

V stabilization 
Tujuan: menguatkan core.   
Caranya:
  1. Duduklah di atas bosu ball. Baringkan si kecil di samping dan menghadap Anda.
  2. Angkat perlahan kedua lutut sambil mengangkat salah satu tangan. Jaga keseimbangan, tahan 10-20 detik, lalu perlahan lepaskan tangan.
  3. Lakukan 8-10 kali, dan ganti dengan tangan yang lain.

ATASI AMBEIEN SAAT HAMIL

Atasi Ambeien Saat Hamil
Berdiri pegal, duduk juga tidak bisa. Itulah yang dirasakan oleh penderita ambeien. Dan pastinya jika gangguan ini dialami oleh ibu yang sedang hamil, rasanya semakin tidak menyenangkan. Yuk, atasi ambeien!

Ambeien yang menimpa ibu hamil biasanya terjadi akibat pelebaran dan peradangan pembuluh darah vena (balik) di anus atau rektum. Pelebaran dan peradangan itu disebabkan akibat pergerakan feses yang keras serta tekanan pada pembuluh darah di sana.

Gejala: anus perih, disertai gatal dan berdarah, serta ada tonjolan di anus.

Penyebab:
  • Sembelit, sehingga saat buang air besar harus mengejan dengan kuat.
  • Terlalu lama duduk, misalnya bekerja di kantor sepanjang hari.
  • Terlalu lama berdiri, juga bisa menyebabkan anus meregang.

Atasi dengan:
  • Mengonsumsi banyak makanan berserat.
  • Banyak minum air putih.
  • Berolahraga.
  • Tidak mengejan saat buang air besar.

Hmm.. Ini jugalah salah satu alasan, mengapa ibu hamil perlu menerapkan pola hidup sehat, bukan? Selain untuk kesehatan janin atau bayi yang dikandung, juga menjaga kesehatan ibu dari gangguan-gangguan selama kehamilan.